عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُكْثِرُ مِنْ قَوْلِ « سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ».قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَاكَ تُكْثِرُ مِنْ قَوْلِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ. فَقَالَ « خَبَّرَنِى رَبِّى أَنِّى سَأَرَى عَلاَمَةً فِى أُمَّتِى فَإِذَا رَأَيْتُهَا أَكْثَرْتُ مِنْ قَوْلِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ. فَقَدْ رَأَيْتُهَا (إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ) فَتْحُ مَكَّةَ ( وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا) ».(رواه مسلم:١١١٦)
Artinya: Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:”Rasulullah Saw banyak mengucapkan: ‘Subhanallahi wa bihamdihi, astaghfirullah wa atubu ilaih’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, aku mohon ampun kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya).Lalu aku pun berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku melihat engkau banyak mengucapkan: Subhanallahi wa bihamdihi, astaghfirullah wa atubu ilaih?’ Beliau menjawab: ‘Tuhanku telah memberitahuku bahwa aku akan melihat suatu tanda di antara umatku. Maka ketika aku melihat tanda itu, aku banyak mengucapkan: Subhanallahi wa bihamdihi, astaghfirullah wa atubu ilaih. Tanda itu adalah firman Allah :‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.’ (QS. An-Nasr: 1–3) (H.R Muslim: 1116)
Hadis ini menjelaskan tentang kebiasaan Rasulullah Saw yang banyak mengucapkan “Subhanallahi wa bihamdihi, astaghfirullah wa atubu ilaih” sebagai bentuk dzikir dan taubat kepada Allah SWT. Ketika ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menanyakan hal itu, beliau SAW menjelaskan bahwa Allah telah menunjukkan suatu tanda yang menjadi pertanda dekatnya akhir misi kenabian, yaitu turunnya surat An-Nasr. Dalam surat itu, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk bertasbih, memuji-Nya, dan memohon ampun saat melihat manusia berbondong-bondong masuk Islam. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa semakin besar nikmat dan pertolongan yang datang, semakin besar pula kebutuhan untuk bertasbih dan memohon ampun kepada Allah