عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ لأَصْحَابِهِ « قُولُوا سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ مَنْ قَالَهَا مَرَّةً كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا وَمَنْ قَالَهَا عَشْرًا كُتِبَتْ لَهُ مِائَةً وَمَنْ قَالَهَا مِائَةً كُتِبَتْ لَهُ أَلْفًا وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ وَمَنِ اسْتَغْفَرَ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». (رَوَاهُ الترمذى:٣٨٠٧)
Artinya:Dari Nafi’ dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ pada suatu hari bersabda kepada para sahabatnya:“Ucapkanlah: Subhānallāhi wa bihamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali.”Beliau melanjutkan:“Barangsiapa yang mengucapkannya sekali, maka akan dituliskan baginya sepuluh pahala. Barangsiapa mengucapkannya sepuluh kali, maka dituliskan baginya seratus pahala. Dan barangsiapa mengucapkannya seratus kali, maka dituliskan baginya seribu pahala. Dan barangsiapa menambah, maka Allah akan menambah (pahalanya). Dan barangsiapa memohon ampun (beristighfar), maka Allah akan mengampuninya.”(H.R at-Tirmizi:3807)
Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan dzikir “Subhānallāhi wa bihamdih” dan bagaimana setiap pengucapannya mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk mengucapkan kalimat “Subhānallāhi wa bihamdih” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, dengan penjelasan bahwa setiap kali seseorang mengucapkannya, pahala yang didapatkan akan semakin banyak. Jika seseorang mengucapkannya sekali, maka akan dicatat sepuluh pahala; jika sepuluh kali, maka akan dicatat seratus pahala; dan jika seratus kali, maka akan dicatat seribu pahala. Rasulullah SAW juga menambahkan bahwa siapa pun yang memperbanyak dzikir ini, Allah akan memberikan tambahan pahala kepadanya. Selain itu, jika seseorang memohon ampun (beristighfar), Allah akan mengampuninya.