قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يُحَدِّثُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا سَلَّمَ يَقُولُ «لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ لاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ أَهْلَ النِّعْمَةِ وَالْفَضْلِ وَالثَّنَاءِ الْحَسَنِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ».)رواه النسائي:١٣٤٧)
Artinya:Dari Abdullah bin Zubair, ia berkata: “Saya mendengar Abdullah bin Zubair menyampaikan di atas mimbar dan berkata: ‘Rasulullah ﷺ apabila selesai salam, beliau mengucapkan: “La ilaha illallah wahdahu la sharika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli shay’in qadir, la hawla wa la quwwata illa billah, la ilaha illallah, la na’budu illa iyyah, ahl al-ni’mati wal-fadli wal-thana’i al-hasan, la ilaha illallah mukhlisina lahu al-din wa law karihal kafirun.”‘Terjemahan “Tiada Tuhan selain Allah, Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Tiada Tuhan selain Allah, kami tidak menyembah selain Dia, yang memiliki nikmat, kebaikan, dan pujian yang baik. Tiada Tuhan selain Allah, kami ikhlas dalam beragama hanya untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.”( H.R. an-Nasa’i:1347)
Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan dzikir yang dibaca setelah shalat. Abdullah bin Zubair r.a. menyampaikan bahwa Rasulullah SAW setelah selesai salam dari shalat, beliau mengucapkan kalimat dzikir yang panjang yang berisi pengakuan akan keesaan Allah, kekuasaan-Nya, serta pujian dan penyerahan diri hanya kepada-Nya. Kalimat tersebut adalah “La ilaha illallah wahdahu la sharika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli shay’in qadir, la hawla wa la quwwata illa billah, la ilaha illallah, la na’budu illa iyyah, ahl al-ni’mati wal-fadli wal-thana’i al-hasan, la ilaha illallah mukhlisina lahu al-din wa law karihal kafirun.” Dzikir ini mengingatkan kita tentang kebesaran Allah, bahwa tidak ada yang memiliki kekuasaan selain-Nya, dan segala bentuk kekuatan serta kemampuan berasal dari-Nya. Mengucapkannya setelah shalat menunjukkan pentingnya untuk selalu mengingat Allah, tidak hanya dalam shalat tetapi juga setelahnya, agar hati tetap terhubung dengan-Nya dan kita selalu berada dalam perlindungan-Nya. Dzikir ini juga mengajarkan kita untuk menjaga keikhlasan dalam beragama dan menyembah Allah semata, meskipun ada yang menentang.