عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلِصٍّ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا وَلَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ قَالَ بَلَى قَالَ اذْهَبُوا بِهِ فَاقْطَعُوهُ ثُمَّ جِيئُوا بِهِ فَقَطَعُوهُ ثُمَّ جَاءُوا بِهِ فَقَالَ لَهُ قُلْ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ قَالَ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ
(رواه النسائي:٤٨٩٢)
Artinya:Dari Abu Umayyah Al-Makhzumi, bahwa Rasulullah Saw didatangkan seorang pencuri yang telah mengakui perbuatannya, padahal tidak ditemukan barang curian bersamanya. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya:“Aku tidak menduga engkau mencuri.” Orang itu menjawab: “Justru benar, aku mencuri.” Rasulullah SAW bersabda:“Bawalah dia dan potong tangannya.”Lalu mereka pun memotongnya, kemudian membawanya kembali kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW berkata kepadanya:“Ucapkan: Astaghfirullah wa atubu ilayh (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya).”Maka ia pun mengucapkannya.Lalu Rasulullah SAW berdoa: “Ya Allah, terimalah taubatnya.”( H.R. an-Nasa’i:4892)
Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya taubat dan ampunan dari Allah setelah melakukan kesalahan atau dosa, bahkan jika seseorang telah menjalani hukuman atas perbuatannya. Dalam cerita ini, seorang pencuri dibawa kepada Rasulullah SAW setelah mengakui perbuatannya, meskipun tidak ditemukan barang curian bersamanya. Setelah dihukum sesuai dengan syariat, Rasulullah SAW memerintahkan agar orang tersebut mengucapkan doa taubat, yaitu “Astaghfirullah wa atubu ilayh” (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). Rasulullah SAW kemudian berdoa untuk menerima taubatnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah dihukum secara hukum duniawi, yang terpenting adalah taubatnya kepada Allah, yang Maha Pengampun. Ini mengajarkan kita untuk selalu kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan, memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dan berusaha memperbaiki diri.