Doa dan Dzikir yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat


عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ عَلِّمْنِى كَلاَمًا أَقُولُهُ قَالَ «قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ ». قَالَ فَهَؤُلاَءِ لِرَبِّى فَمَا لِى قَالَ « قُلِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى »(رواه مسلم:٧٠٢٣)

Artinya:Dari Mus’ab bin Sa’d dari ayahnya, ia berkata: Seorang Badui (Arab desa) datang kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Ajarkanlah aku kalimat yang bisa aku ucapkan.”Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Katakanlah: ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa shareeka lahu, Allahu akbar kabiran, walhamdu lillahi kathiran, subhanallahi rabbil ‘alamin, laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘azizil hakim.'”(Artinya: Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar dengan sebenar-benarnya. Segala puji bagi Allah yang banyak. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.)Kemudian Badui itu berkata: “Itu untuk Tuhanku, lalu apa untukku?”Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam menjawab:”Katakanlah: ‘Allahumma ighfir li warhamni wahdini warzuqni.'(Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, beri petunjuklah aku, dan berikanlah aku rezeki.) Musa berkata: “Adapun ‘aafini’ (berikanlah aku kesehatan), aku kira maksudnya adalah demikian, namun aku tidak tahu.”(H.R Muslim:7023)

Hadis ini menjelaskan tentang kalimat-kalimat dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada seorang Badui yang ingin belajar doa. Rasulullah SAW mengajarkan kalimat yang mengandung pujian dan pengagungan terhadap Allah, yaitu: “Laa ilaaha illallah wahdahu laa shareeka lahu, Allahu akbar kabiran, walhamdu lillahi kathiran, subhanallahi rabbil ‘alamin, laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘azizil hakim.” Kalimat ini mengandung pengakuan akan keesaan Allah, kebesaran-Nya, pujian kepada-Nya, serta pengakuan akan kekuasaan-Nya yang mutlak.

Setelah mengajarkan dzikir ini untuk kemuliaan Allah, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang lebih pribadi bagi sang Badui: “Allahumma ighfir li warhamni wahdini warzuqni.” (Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, beri petunjuklah aku, dan berikanlah aku rezeki). Doa ini mengajarkan kita untuk memohon ampunan, rahmat, petunjuk, dan rezeki dari Allah, hal-hal yang sangat penting untuk kebaikan dunia dan akhirat. Ini juga menunjukkan bahwa dzikir dan doa adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon segala kebaikan-Nya.