Keutamaan Zikir Yang Penuh Makna Dan Bobot


 عَنْ جُوَيْرِيَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِىَ فِى مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِىَ جَالِسَةٌ فَقَالَ «مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِى فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا ». قَالَتْ نَعَمْ. قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ ».(مسلم:٧٠٨٨)

 

Artinya: Dari Juwayriyah, bahwa Nabi ﷺ keluar dari sisinya di pagi hari setelah salat Subuh, sementara dia masih berada di masjidnya. Kemudian, Nabi ﷺ kembali setelah matahari terbit, dan dia masih duduk di tempat yang sama. Nabi ﷺ bertanya, “Apakah kamu masih dalam keadaan seperti saat aku meninggalkanmu?” Juwayriyah menjawab, “Ya.” Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali, jika dibandingkan dengan apa yang kamu ucapkan sejak tadi, maka kalimat-kalimat itu lebih berat. (Kalimat-kalimat tersebut adalah) ‘Subhanallahi wa bihamdihi, adada khalqihi, wa rida nafsihi, wa zinata ‘arshihi, wa midad kalimatihi’.” (H.R Muslim:7088)

 

 

Hadis ini menjelaskan tentang betapa besar keutamaan dzikir yang diajarkan oleh Nabi SAW, yaitu dengan mengucapkan kalimat yang memuji kebesaran Allah dalam berbagai aspek. Ketika Nabi SAW kembali kepada Juwayriyah setelah salat Subuh, beliau mendapati Juwayriyah masih duduk di tempatnya sambil berdzikir. Nabi SAW lalu memberi tahu bahwa beliau telah mengucapkan empat kalimat yang lebih berat dibandingkan dengan dzikir yang ia lakukan. Kalimat-kalimat tersebut adalah “Subhanallahi wa bihamdihi adada khalqihi wa rida nafsihi wa zinata ‘arshihi wa midad kalimatihi”. Artinya, dzikir ini mengandung pujian terhadap Allah sesuai dengan jumlah ciptaan-Nya, keridhaan-Nya, keindahan ‘Arsy-Nya, dan perhitungan kata-kata-Nya. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya nilai dzikir ini, yang mencakup pengagungan terhadap Allah dalam segala aspeknya.