Hadis 8 Pujian dan tauhid dalam tahajud Nabi SAW


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم إِذَا تَهَجَّدَ مِنَ اللَّيْلِ قَالَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ خَاصَمْتُ، وَبِكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَيْسُ بْنُ سَعْدٍ وَأَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ طَاوُسٍ قَيَّامٌ . وَقَالَ مُجَاهِدٌ الْقَيُّومُ الْقَائِمُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَقَرَأَ عُمَرُ الْقَيَّامُ ، وَكِلاَهُمَا مَدْحٌ (رواه مسلم: ٧٤٤٢)

Hadis dari Ibnu Abbas –semoga Allah meridhainya–, ia berkata: Nabi SAW apabila bangun malam untuk shalat (tahajjud), beliau mengucapkan: Allahumma Rabbana laka al-ḥamdu, anta qayyimus-samāwāti wal-arḍi, wa laka al-ḥamdu anta Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna, wa laka al-ḥamdu anta nūrus-samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna, anta al-ḥaqqu, wa qawluka al-ḥaqqu, wa wa‘duka al-ḥaqqu, wa liqā’uka ḥaqq, wal-jannatu ḥaqq, wan-nāru ḥaqq, was-sā‘atu ḥaqq, allahumma laka aslamtu, wa bika āmantu, wa ‘alayka tawakkaltu, wa ilayka khāṣamtu, wa bika ḥākamtu, faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a‘lantu, wa mā anta a‘lamu bihi minnī, lā ilāha illā anta, (Artinya: Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, engkaulah Pemelihara langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkaulah tuhan langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya, engkaulah Yang Maha Benar, firman-Mu benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, kiamat itu benar, ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku kembali (membela kebenaran), dan kepada-Mu aku berhukum, maka ampunilah aku atas dosa yang telah kulakukan dan yang akan kulakukan, yang kusembunyikan maupun yang kunyatakan, dan yang Engkau lebih mengetahui dari diriku. Tidak ada Tuhan selain Engkau) Abu Abdillah berkata: Qais bin Sa‘d dan Abu Az-Zubair meriwayatkan dari Thawus dengan lafaz “Qayyām” (yang senantiasa tegak/menjaga), Mujahid berkata: Al-Qayyūm adalah yang berdiri mengurus segala sesuatu, umar membaca Al-Qayyām, keduanya adalah bentuk pujian. (HR. Muslim: 7442)

 

Hadis ini menjelaskansalah satu doa Nabi SAW ketika melaksanakan shalat malam (tahajjud, do’a ini sarat dengan pujian kepada Allah atas kekuasaan-Nya sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Cahaya langit dan bumi, selain itu, doa ini juga menegaskan kebenaran seluruh ajaran Islam: mulai dari firman Allah, janji-janji-Nya, hingga eksistensi surga, neraka, dan hari kiamat, hal ini mencerminkan kekuatan tauhid, keimanan yang mantap, dan pemahaman yang mendalam terhadap akidah dalam ibadah malam Nabi.