Hadis 38 Penyerahan diri dalam shalat


عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ لاَ أَقُولُ لَكُمْ إِلاَّ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا. (رواه مسلم: ٧٠٨١ )

Hadis dari Zaid bin Arqam. Ia berkata: “Aku tidak akan berkata kepada kalian kecuali sebagaimana Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan. Beliau bersabda: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, pengecut, kekikiran, pikun, dan azab kubur. Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang dapat menyucikannya, Engkau adalah pelindung dan penolongnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan (HR Muslim: 7081)

 

Hadis ini menjelaskan betapa Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan kondisi batin dan spiritual umatnya. Beliau mengajarkan doa yang mencakup permohonan perlindungan dari berbagai sifat negatif yang melemahkan iman dan amal, seperti kelemahan fisik dan mental, kemalasan, sifat pengecut, dan kekikiran. Juga termasuk permohonan agar terhindar dari kondisi yang sangat menyulitkan di masa tua (pikun) serta azab kubur, yang menggambarkan perhatian Nabi akan keadaan seseorang setelah wafat. Ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa waspada terhadap hal-hal yang bisa menjatuhkan kualitas hidup dan ibadah mereka, baik di dunia maupun akhirat.