Hadis 3 Keutamaan zikir dalam shalat berjamaah


عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنِ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ عَجِبْتُ لَهَا فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ذَلِك

 (رواه مسلم: ١٣٨٦)

Hadis dari Umar, ia berkata: ketika kami sedang shalat bersama Rasulullah SAW tiba-tiba salah seorang dari jamaah berkata: Allahu akbaru kabiiran, walhamdulillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilan (Artinya: Allah Mahabesar dengan sebenar-benarnya kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang). Rasulullah SAW lalu bersabda, Siapa yang mengucapkan kata-kata seperti itu tadi? Seorang lelaki menjawab, Saya, wahai Rasulullah SAW. Beliau bersabda, Aku merasa takjub dengannya. Pintu-pintu langit telah terbuka karena kalimat itu. Ibnu Umar berkata, sejak aku mendengar Rasulullah SAW mengatakan hal itu, aku tidak pernah meninggalkan bacaan tersebut.” (HR. Muslim:1386)

Hadis ini menjelaskan keutamaan zikir yang mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah dalam shalat. Kalimat yang diucapkan seorang sahabat: Allahu akbar kabiiran, walhamdulillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilan mendapat pujian dari Rasulullah karena kalimat tersebut sangat agung hingga menyebabkan pintu-pintu langit terbuka, pertanda diterimanya ucapan itu di sisi Allah. Hal ini menunjukkan bahwa doa atau zikir yang keluar dari hati yang khusyuk bisa memiliki pengaruh yang besar dalam pandangan Allah.