Hadis 29 Bacaan saat bangkit untuk shalat malam


عَنْ أَبِى بُرْدَةَ بْنِ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِىِّصلى  الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو بِهَذَا الدُّعَاءِ « اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ. (رواه مسلم: ٧٠٧٦)

Hadis dari Abu Burdah bin Abu Musa Al-Asy‘ari, dari ayahnya (Abu Musa Al-Asy‘ari), dari Nabi SAW, bahwa beliau biasa berdoa dengan doa ini: allāhumma aghfir lī khaṭī’atī, wa jahlī, wa isrāfī fī amrī, wa mā anta a‘lamu bihi minnī. Allāhumma aghfir lī jiddī wa hazlī, wa khaṭa’ī wa ‘amdi, wa kullu dzālika ‘indī. Allāhumma aghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkartu, wa mā asrartu wa mā alantu, wa mā anta a‘lamu bihi minnī. Antal-Muqaddim wa Antal-Mu’akhkhir, wa anta ‘alā kulli syai’in qadīr, (ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan sikapku yang melampaui batas dalam urusanku, serta semua yang lebih Engkau ketahui dariku, ya Allah, ampunilah kesungguhanku dan candaku, kekeliruanku dan kesengajaanku semuanya itu ada padauk, ya Allah, ampunilah apa yang telah kulakukan terdahulu dan yang akan datang, yang aku rahasiakan dan yang aku tampakkan, dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku. Engkau-lah yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu) (HR Muslim: 7076)

 

Hadis ini menjelaskan do’a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis ini merupakan permohonan ampun yang sangat lengkap dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik kesalahan yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja, yang tampak maupun tersembunyi, yang telah berlalu maupun yang akan datang. Ini mencerminkan kerendahan hati dan pengakuan total seorang hamba terhadap kelemahannya di hadapan Allah.