عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَوَاتٌ لَا يَدَعُهُنَّ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ. (رواه النساعي: ٥٤٦٤)
Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW memiliki beberapa doa yang tidak pernah beliau tinggalkan. Beliau biasa mengucapkan: allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wal-ajzi wal-kasal, wal-bukhli wal-jubn, wa ghalabatir-rijāl, (Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan pengecut, serta dari dominasi (tekanan) manusia) (HR al-Nasa’i: 5464)
Hadis ini menggambarkan konsistensi Rasulullah SAW dalam membaca doa-doa tertentu setiap hari, khususnya permohonan perlindungan dari berbagai penyakit hati dan kelemahan diri. Doa ini menunjukkan kepekaan Nabi terhadap hal-hal yang dapat melemahkan iman, merusak semangat hidup, dan menjatuhkan martabat seorang Muslim, baik secara lahiriah maupun batiniah.