عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ « اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ الَّذِينَ إِذَا أَحْسَنُوا اسْتَبْشَرُوا وَإِذَا أَسَاءُوا اسْتَغْفَرُوا. (رواه ابن ماجه: ٣٩٥٢)
Hadis dari ‘Aisyah RA, bahwa: Nabi Muhammad SAW biasa berdoa: allāhummaj‘alnī minal-ladzīna idzā aḥsanū istabsyarū, wa idzā asā’ū istaghfarū, (ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang apabila berbuat baik mereka bergembira, dan apabila berbuat buruk mereka memohon ampun (HR Ibnu Majah: 3952)
Hadis ini menjelaskan do’a yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini mencerminkan karakter seorang mukmin yang sehat secara ruhani dan seimbang secara akhlak: yaitu merasa bahagia saat berhasil melakukan amal baik, dan segera kembali kepada Allah dengan istighfar saat tergelincir dalam kesalahan. Ini adalah sikap pertengahan yang ideal, tidak ujub dalam kebaikan, dan tidak putus asa dalam kesalahan.