Hadis 2 Doa pembuka shalat malam Rasulullah SAW


عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ كَبَّرَ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ثَلاَثًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ثَلاَثًا أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ ثُمَّ يَقْرَأُ قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهَذَا الْحَدِيثُ يَقُولُونَ هُوَ عَنْ عَلِىِّ بْنِ عَلِىٍّ عَنِ الْحَسَنِ مُرْسَلاً الْوَهَمُ مِنْ جَعْفَرٍ. (رواه أبو داود: ٧٧٥)

Hadis dari Abu Sa‘id Al-Khudri, ia berkata: Rasulullah SAW apabila bangun malam (untuk shalat malam), beliau bertakbir, kemudian mengucapkan: Mahasuci Engkau ya Allah dan dengan pujian-Mu, maha berkah nama-Mu, maha tinggi keagungan-Mu. Tidak ada ilah selain Engkau, Kemudian beliau mengucapkan: Laa ilaaha illallaah sebanyak tiga kali. Kemudian beliau mengucapkan, Allahu akbaru kabiiran’ sebanyak tiga kali. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari (godaan) setan yang terkutuk, dari bisikannya, hembusannya, dan ludahannya, Kemudian beliau membaca (Al-Qur’an), Abu Dawud berkata: Hadis ini mereka katakan berasal dari ‘Ali bin ‘Ali, dari Al-Hasan secara mursal. Kekeliruan (wahm) berasal dari Ja‘far (HR Abu Daud: 775)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa bacaan yang dibaca Rasulullah SAW ketika bangun untuk shalat malam (qiyamullail). Beliau memulai dengan takbir, lalu membaca doa iftitah yang berisi pengagungan kepada Allah: menyucikan-Nya, memuji-Nya, mengagungkan nama dan keagungan-Nya, serta menegaskan keesaan-Nya. Bacaan tersebut dilanjutkan dengan ucapan tauhid sebanyak tiga kali dan takbir agung tiga kali, kemudian membaca ta‘awwudz (permohonan perlindungan) kepada Allah dari godaan setan beserta segala bentuk tipu dayanya, yaitu bisikan, hembusan, dan semburan (yang ditafsirkan sebagai kegilaan, kesombongan, dan syair-syair buruk).