عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو قَالَ تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengetahui kapan malam Lailatul Qadar itu, apa yang harus aku ucapkan (doakan)?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Katakanlah: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul-‘afwa fa‘fu ‘annī. (Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).
Hadis ini menunjukkan salah satu doa terbaik yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk dibaca di malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Ketika ‘Aisyah bertanya apa yang sebaiknya ia ucapkan jika bertemu malam itu, Nabi tidak menyarankan doa yang panjang atau rumit, tetapi memberikan satu doa singkat namun padat makna: permohonan akan maaf dari Allah, Dzat yang mencintai memberi maaf.