Hadis 16 Doa-doa Rasulullah saat takbiratul ihram


حَدَّثَنَا قُبَيْصَةُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو مِنَ اللَّيْلِ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَلَكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ إِلَهِي، لَا إِلَهَ لي غيرك. (رواه مسلم: ٦٩٥٠)

Qabishah telah menceritakan kepada kami, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman, dari Thawus, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Nabi Muhammad SAW biasa berdoa di waktu malam (dalam shalat malam): allāhumma laka al-ḥamdu anta Rabbus-samāwāti wal-arḍ, laka al-ḥamdu anta Qayyimus-samāwāti wal-arḍ wa man fīhinna. Laka al-ḥamdu anta nūrus-samāwāti wal-arḍ. Qawluka ḥaqq, wa wa‘duka ḥaqq, wa liqā’uka ḥaqq, wal-jannatu ḥaqq, wan-nāru ḥaqq, was-sā‘atu ḥaqq., allāhumma laka aslamtu, wabika āmantu, wa ‘alayka tawakkaltu, wa ilayka anabtu, wabika khāṣamtu, wa ilayka ḥākamtu, faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā asrartu wa mā a‘lantu, anta ilāhī, lā ilāha lī ghayruk, (artinya: Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah Tuhan langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Pemelihara langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi. Firman-Mu benar, janji-Mu benar, perjumpaan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, dan kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku membela kebenaran, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah aku atas dosa yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan maupun yang aku tampakkan. Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan bagiku selain Engkau (HR Muslim: 6950)

 

Hadis ini menjelaskan salah satu doa yang dibaca Nabi Muhammad SAW di malam hari, khususnya dalam shalat malam. Doa ini diawali dengan kalimat pujian kepada Allah atas keagungan-Nya sebagai Tuhan, Pemelihara, dan Cahaya langit dan bumi. Nabi juga mengakui kebenaran firman Allah, janji-Nya, serta kepastian peristiwa besar di akhirat seperti surga, neraka, dan hari kiamat. Bagian awal ini menanamkan keimanan yang kuat dan pemahaman yang mendalam terhadap prinsip-prinsip tauhid dan akidah Islam.