سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِى أَوْفَى يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاءِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِى بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ اللَّهُمَّ طَهِّرْنِى مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الْوَسَخِ. (رواه مسلم: ١٠٩٧)
Aku mendengar dari Abdullah bin Abi Awfa yang menceritakan dari Nabi bahwa beliau bersabda: ya Allah, bagi-Mu segala puji, sebanyak apa yang ada di langit, sebanyak apa yang ada di bumi, dan sebanyak apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu setelah itu. Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, es, dan air yang dingin. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, sebagaimana kain putih disucikan dari kotoran (HR Muslim nomor 1097)
Hadis ini menjelaskan makna mendalam tentang pengagungan dan pujian kepada Allah. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat Islam untuk memuji Allah dengan menyebutkan segala kebesaran-Nya yang mencakup langit, bumi, dan segala ciptaan-Nya. Pujian ini mencerminkan pengakuan akan kekuasaan Allah yang tidak terbatas, serta menyadarkan umat akan keagungan-Nya. Doa ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dalam suka maupun duka, dan memohon kepada-Nya untuk menjaga kebersihan hati dan jiwa kita.