Hadis 19 Doa Rasulullah antara dua sujud


عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِى الْبَابِ عَنْ أَنَسٍ وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُمَرَ قَدْ خُولِفَ زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ فِى هَذَا الْحَدِيثِ. قَالَ وَرَوَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ وَغَيْرُهُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِى إِدْرِيسَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ عُمَرَ. وَعَنْ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِى عُثْمَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ عُمَرَ. وَهَذَا حَدِيثٌ فِى إِسْنَادِهِ اضْطِرَابٌ وَلاَ يَصِحُّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى هَذَا الْبَابِ كَبِيرُ شَىْءٍ. قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَبُو إِدْرِيسَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُمَرَ شَيْئًا. (رواه الترمذي: ٥٥)

Hadis dari ‘Umar bin al-Khattab, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian berkata: asyhadu allā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh, allāhummaj‘alnī minat-tawwābīn, waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn (Maka): akan dibukakan untuknya delapan pintu surga, dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki, kemudian Abu ‘Isa (at-Tirmidzi) berkata: hadis ini juga diriwayatkan dari Anas dan ‘Uqbah bin ‘Amir.” Abu ‘Isa melanjutkan: hadis Umar ini telah diperselisihkan sanadnya. Zaid bin Hubab dianggap menyelisihi riwayat lain. Abdullah bin Shalih dan selainnya meriwayatkan dari Muawiyah bin Shalih dari Rabi‘ah bin Yazid dari Abu Idris dari ‘Uqbah bin ‘Amir dari Umar, dan ada juga dari Rabi‘ah dari Abu ‘Utsman dari Jubair bin Nufair dari Umar, hadis ini memiliki sanad yang kacau (iḍṭirāb) dan tidak ada riwayat yang benar-benar sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bab ini. Muhammad (yakni Imam al-Bukhari atau tokoh ahli hadis lainnya) berkata: Abu Idris tidak pernah mendengar hadis langsung dari Umar (HR al-Tirmidzi: 55)

 

Hadis ini menjelaskan tentang  syariat dan dianjurkan, bahkan redaksinya mirip dengan hadis sahih lain dari riwayat Muslim dan Abu Dawud dengan sanad yang kuat. Namun secara sanad, riwayat ini dinilai tidak kuat (dhaif) oleh para ulama karena terdapat kegoncangan dalam jalur periwayatan. Bacaan dzikir ini tetap dianjurkan diamalkan, karena terdapat versi lain yang sahih, seperti dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah. Bila Anda ingin, saya bisa tampilkan versi sahihnya juga.