Hadis 18 Zikir dan doa dalam gerakan shalat


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا اسْتَفْتَحَ الصَّلاَةَ كَبَّرَ ثُمَّ قَالَ «إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَقِنِى سَيِّئَ الأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الأَخْلاَقِ لاَ يَقِى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ. (رواه النساعي: ٩٠٤)

Hadis dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata: Nabi Muhammad SAW apabila membuka shalat, beliau bertakbir lalu membaca: inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi Rabbil-‘ālamīn, lā syarīka lah, wa bidzālika umirtu wa anā minal-muslimīn. Allāhummahdinī li-aḥsanil-a‘māl wa aḥsanil-akhlāq, lā yahdī li-aḥsanihā illā anta. Waqinī sayyi’al-a‘māl wa sayyi’al-akhlāq, lā yaqī sayyi’ahā illā anta, (Artinya: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang Muslim. Ya Allah, tunjukilah aku kepada amal-amal terbaik dan akhlak-akhlak terbaik. Tidak ada yang dapat menunjuki kepada yang terbaik selain Engkau. Dan lindungilah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat melindungi darinya kecuali Engkau). (HR al-Nasa’i: 904)

 

Hadis ini menjelaskan doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah SAW saat membuka shalat, yang berisi penegasan tauhid dan keikhlasan dalam beribadah. Beliau mengikrarkan bahwa seluruh aspek kehidupannya shalat, ibadah, hidup, dan mati hanyalah untuk Allah semata tanpa sekutu, serta menegaskan komitmennya sebagai seorang Muslim yang tunduk pada perintah Allah. Ini mengajarkan kepada kita untuk memulai ibadah dengan kesadaran penuh akan tujuan dan orientasi hidup yang lurus kepada Allah.