Hadis 15 Doa iftitah Rasulullah dalam shalat subuh


حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، قَالَ: كَانَ أَبُو صَالِحٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يُصَلِّيَ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنَزِّلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٢٧١٣)

وكان يروى ذلك عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم [ش (شر كل شيء أنت آخذ بناصيته) أي من شر كل شيء من المخلوقات لأنها كلها في سلطانه وهو آخذ بنواصيها (اقض عنا الدين) يحتمل أن المراد بالدين هنا حقوق الله تعالى وحقوق العباد كلها من جميع الأنواع]

Zuhair bin Harb Telah menceritakan kepadaku, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Suhail, ia berkata: Abu Shalih biasa mengajarkan kepada kami, apabila salah seorang dari kami hendak tidur agar berbaring di sisi kanannya, lalu mengucapkan doa berikut: allāhumma Rabbas-samāwāti wa Rabbal-arḍi wa Rabbal-‘Arsyil-‘aẓīm, Rabbanā wa Rabba kulli syai’, Fāliqal-ḥabbi wan-nawā, wa Munzilat-Tawrāti wal-Injīli wal-Furqān, a‘ūdzu bika min syarri kulli syai’in anta ākhidzu bināṣiyatih, allāhumma anta al-Awwalu fa laysa qablaka syai’, wa anta al-Ākhiru fa laysa ba‘daka syai’, wa anta aẓ-Ẓāhiru fa laysa fawqaka syai’, wa anta al-Bāṭinu fa laysa dūnaka syai’. Iqḍi ‘annā ad-dayna wa aghninā min al-faqr, (Artinya: Ya Allah, tuhan langit dan bumi dan Tuhan ‘Arsy yang agung, tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Pemecah biji dan buah, Penurun Taurat, Injil, dan Al-Furqan, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya, ya Allah, Engkaulah yang Maha Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu, engkaulah Yang Maha Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu, engkaulah Yang Maha Tampak, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkaulah Yang Maha Tersembunyi, tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. Bayarlah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran, Suhail menambahkan bahwa doa ini diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW (HR Muslim: 2713)

 

Hadis ini menjelaskan doa yang diajarkan Nabi SAW untuk dibaca sebelum tidur, yang berisi pengakuan atas keesaan dan kekuasaan mutlak Allah dalam menciptakan, mengatur, dan menguasai segala sesuatu. Allah disebut sebagai Tuhan segala sesuatu, Pemecah biji dan buah, serta Penurun kitab-kitab suci, menunjukkan bahwa semua aspek kehidupan dan agama berada dalam genggaman-Nya. Ucapan Engkau memegang ubun-ubun segala sesuatu adalah metafora bahwa semua makhluk berada dalam kendali penuh Allah.