Hadis 5 Doa pembuka shalat dengan Ayat tauhid


عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قَالَ وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ وَإِذَا رَكَعَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِى وَبَصَرِى وَمُخِّى وَعَظْمِى وَعَصَبِى وَإِذَا رَفَعَ قَالَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ  وَإِذَا سَجَدَ قَالَ للَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ ثُمَّ يَكُونُ مِنْ آخِرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ (رواه النساعي: ١٨٤٨)

Hadis dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah SAW bahwa: apabila Rasulullah berdiri untuk melaksanakan shalat, beliau membaca: Aku hadapkan wajahku kepada dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Raja, tidak ada ilah selain Engka, Engkau Tuhanku dan aku hamba-Mu, aku telah menzalimi diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, tunjukilah aku kepada akhlak yang paling baik, karena tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau,dan jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk, karena tidak ada yang dapat menjauhkannya kecuali Engkau, aku memenuhi panggilan-Mu dan aku berbahagia atas-Mu, ssemua kebaikan berada di tangan-Mu, dan keburukan tidak dinisbatkan kepada-Mu. Aku kembali kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu, jika beliau rukuk, beliau membaca: ya Allah, kepada-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan urat-uratku tunduk kepada-Mu, Jika beliau bangkit dari rukuk, beliau membaca: ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu, jika beliau sujud, beliau membaca: ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membukakan pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta, dan termasuk doa terakhir yang beliau baca antara tasyahud dan salam adalah: ya Allah, ampunilah aku atas apa yang telah aku lakukan dan yang akan aku lakukan, yang aku rahasiakan dan yang aku tampakkan, yang aku boroskan, dan apa yang Engkau lebih tahu dariku, engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Engkaulah Yang Maha Mengakhirkan. Tidak ada ilah selain Engkau.” (HR  al-Nasa’i:1848)

Hadis ini menjelaskan tentang bacaan-bacaan Rasulullah SAW dalam berbagai posisi shalat, dimulai dari niat dan doa iftitah, rukuk, i‘tidal, sujud, hingga duduk sebelum salam. Doa-doa ini mencerminkan penghambaan total, pengakuan akan dosa-dosa pribadi, permohonan ampun, serta permohonan hidayah untuk memperoleh akhlak yang mulia dan dijauhkan dari akhlak buruk. Pembacaan ayat-ayat seperti “Inna shalati wa nusuki” memperkuat tauhid dan ikhlas dalam ibadah, serta kesadaran bahwa seluruh aspek kehidupan adalah untuk Allah.