عَنْ أَبِي بَكْرَةَ نُفَيْعِ بْنِ الْحَارِثِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، إِلَّا عُقُوقَ الْوَالِدَيْنِ، فَإِنَّ اللَّهَ يُعَجِّلُهُ لِصَاحِبِهِ فِي الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ.
Dari Abu Bakrah Nufai‘ bin al-Harith radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Semua dosa ditangguhkan oleh Allah (balasannya) sesuai yang Dia kehendaki hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tua. Maka sesungguhnya Allah menyegerakan (balasan) dosa itu bagi pelakunya di kehidupan sebelum kematiannya.”