Berbakti Menjadi Sebab Diampuni Dosa


عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

مَنْ أَصْبَحَ مُطِيعًا لِلَّهِ فِي وَالِدَيْهِ، أَصْبَحَ لَهُ بَابَانِ مَفْتُوحَانِ مِنَ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ وَاحِدًا فَوَاحِدٌ، وَمَنْ أَمْسَى عَاصِيًا لِلَّهِ فِي وَالِدَيْهِ، أَمْسَى لَهُ بَابَانِ مَفْتُوحَانِ مِنَ النَّارِ، وَإِنْ كَانَ وَاحِدًا فَوَاحِدٌ

فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَإِنْ ظَلَمَاهُ؟ قَالَ:

وَإِنْ ظَلَمَاهُ، وَإِنْ ظَلَمَاهُ، وَإِنْ ظَلَمَاهُ.

Dari Abū al-Dardā’ radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang di pagi hari dalam keadaan taat kepada Allah dengan berbakti kepada kedua orang tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu dari surga. Jika salah satunya (orang tua) masih ada, maka (dibukakan) satu pintu saja. Dan barang siapa yang di sore hari dalam keadaan durhaka kepada Allah terhadap kedua orang tuanya, maka baginya dibukakan dua pintu dari neraka. Jika salah satunya (orang tua) masih ada, maka (dibukakan) satu pintu saja.”

Lalu seorang laki-laki bertanya: “Wahai Rasulullah, meskipun keduanya menzhaliminya?” Beliau ﷺ menjawab:

“Ya, meskipun keduanya menzhaliminya, meskipun keduanya menzhaliminya, meskipun keduanya menzhaliminya.”