عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ فَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِمْ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ فَعَلَ ذَلِكَ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّهُ (رواه النساءي ٩٩٢)
Artinya: Dari ‘Aisyah semoga allah meridhainya, bahwa Rasulullah SAW pernah mengutus seorang laki-laki sebagai pemimpin dalam sebuah pasukan kecil (sariyah), dan ia biasa membacakan (imamkan) shalat untuk para sahabatnya. Dalam setiap shalatnya, ia selalu menutup bacaannya dengan surat al-Ikhlaṣ. Ketika mereka kembali (dari tugas), mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda:”Tanyakan kepadanya, kenapa dia melakukan hal itu?”Mereka pun bertanya, dan ia menjawab: “Karena surat itu mengandung sifat Ar-Rahman (‘Yang Maha Pengasih’), dan aku mencintai untuk membacanya.”Maka Rasulullah SAW bersabda: “Beritahukan kepadanya bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mencintainya.”(HR. Al-Nasai: 992)
Hadis ini menunjukkan keutamaan besar dari Surat al-Ikhlaṣ, karena ia berisi penegasan tauhid dan sifat-sifat Allah yang sempurna, terutama keesaan dan kemahaagungan-Nya. Kecintaan seorang hamba kepada surat ini karena maknanya yang mulia mendatangkan kecintaan Allah kepadanya.