Amalan Mulia


عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ كَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ الإِبِلِ فَجَاءَتْ نَوْبَتِى فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِىٍّ فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ». قَالَ فَقُلْتُ مَا أَجْوَدَ هَذِهِ. فَإِذَا قَائِلٌ بَيْنَ يَدَىَّ يَقُولُ الَّتِى قَبْلَهَا أَجْوَدُ. فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ قَالَ إِنِّى قَدْ رَأَيْتُكَ جِئْتَ آنِفًا قَالَ « مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ (رواه مسلم ٥٧٦)

Artinya: Dari Uqbah bin Amir, ia berkata:”Kami dahulu mendapat giliran menjaga unta-unta, dan ketika giliranku tiba, aku menggiring unta-unta itu pulang pada sore hari, lalu aku mendapati Rasulullah SAW sedang berdiri berbicara kepada manusia. Aku pun sempat mendengar sabda beliau: ‘Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu ia membaguskan wudhunya, kemudian berdiri melaksanakan shalat dua rakaat, dengan menghadapkan hati dan wajahnya dalam shalat itu, kecuali wajib baginya surga.’Aku berkata, ‘Alangkah mulianya (amalan) ini!’Lalu ada seseorang di hadapanku berkata, ‘Yang sebelumnya lebih mulia lagi.’ Aku menoleh, ternyata itu adalah Umar (bin Khattab), ia berkata, ‘Sesungguhnya aku melihatmu baru saja datang.’Kemudian ia (Umar) berkata, ‘Tidaklah seorang dari kalian berwudhu dengan menyempurnakan atau membaguskan wudhunya, lalu mengucapkan:”Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,”kecuali akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, dia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.(HR. Muslim: 576)

Hadis ini menjelaskan betapa besarnya keutamaan wudhu yang dilakukan dengan sempurna, baik secara fisik (menyempurnakan basuhan) maupun spiritual (menghadirkan hati dalam beribadah). Dengan melaksanakan wudhu yang baik lalu mendirikan shalat dua rakaat dengan khusyuk, seorang muslim dijanjikan surga. Bahkan, jika setelah wudhu ia membaca syahadat, seluruh delapan pintu surga akan terbuka untuknya, memperlihatkan kemuliaan amal yang sederhana namun penuh keikhlasan.