عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ . وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ (رواه البخاري ٦٦٠)
Artinya: Dari Abi Hurairah dari nabi SAW bersabda bahwa ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat, di hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya. Mereka adalah: seorang pemimpin yang berlaku adil dalam kepemimpinannya, seorang pemuda yang tumbuh dan terbiasa dalam ibadah kepada Tuhannya sejak usia muda, seorang laki-laki yang hatinya selalu terikat dengan masjid, sehingga ia rindu dan cinta untuk selalu mendatanginya, dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karena cinta kepada-Nya dan berpisah juga karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak oleh wanita cantik dan terpandang untuk berbuat maksiat, namun ia menolak dan berkata, “Aku takut kepada Allah”, seorang yang bersedekah dengan sangat sembunyi-sembunyi, sampai tangan kirinya pun tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allah ketika sendirian hingga matanya meneteskan air mata karena rasa takut dan cinta kepada-Nya(HR. Al-Bukhari: 660)
Hadis ini menggambarkan keutamaan tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan khusus dari Allah di hari kiamat, yaitu hari yang penuh dengan kegelisahan dan panasnya matahari yang sangat dekat dengan kepala manusia. Naungan ini adalah bentuk perlindungan dan kemuliaan dari Allah. Tujuh golongan tersebut mencakup mereka yang menggabungkan keadilan, keteguhan iman, keikhlasan, dan cinta kepada Allah dalam kehidupan mereka.