عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لِنَوْفَلٍ « اقْرَأْ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ رواه (ابوداود ٥٠٥٧)
Artinya: Dari Farwah bin Nawfal, dari ayahnya (Nawfal), bahwa Nabi SAW bersabda kepadanya: “Bacalah (Qul ya ayyuhal-kafirun) kemudian tidurlah di akhir bacaan itu, karena sesungguhnya ia adalah pembebas dari kesyirikan.”(HR. Abu Daud: 5057)
Hadis ini menunjukkan keutamaan surat Al-Kafirun yang secara jelas menyatakan pemisahan antara tauhid dan kesyirikan. Rasulullah SAW mengajurkan untuk membaca surat ini sebelum tidur karena kandungannya merupakan deklarasi ketegasan dalam beriman hanya kepada Allah dan menolak segala bentuk ibadah kepada selain-Nya.