Keutamaan Surat Al-Ikhlas (5)


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – بَعَثَ رَجُلاً عَلَى سَرِيَّةٍ ، وَكَانَ يَقْرَأُ لأَصْحَابِهِ فِى صَلاَتِهِ فَيَخْتِمُ بِپ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « سَلُوهُ لأَىِّ شَىْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ » . فَسَأَلُوهُ فَقَالَ لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ » (رواه البخاري ٧٣٧٥)

Artinya: Dari semoga Allah meridhainya, bahwa Nabi SAW pernah mengutus seseorang untuk memimpin sebuah pasukan kecil (sariyah). Orang itu biasa membaca untuk para sahabatnya dalam shalat mereka, dan selalu mengakhiri bacaannya dengan (Qul huwallahu aḥad). Ketika mereka kembali, para sahabat menceritakan hal itu kepada Nabi SAW. Maka beliau bersabda, “Tanyakan kepadanya, apa alasan dia melakukan itu.” Mereka pun menanyakannya, dan ia menjawab, “Karena surat itu berisi sifat-sifat Allah Yang Maha Pengasih (ar-Raḥman), dan aku suka membacanya.” Maka Nabi SAW bersabda, “Beritahukan kepadanya bahwa Allah mencintainya.”(HR. Al-Bukhari: 7375)

Hadis ini menunjukkan keutamaan Surat al-Ikhlas, yang mengandung makna tauhid dan penetapan sifat Allah yang sempurna. Kecintaan seseorang kepada surat tersebut, karena ia menggambarkan keagungan dan keesaan Allah, dibalas oleh Allah dengan cinta-Nya.