Keutamaan Ayat Kursi


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِىِّ وَفَاتِحَةَ حم الْمُؤْمِنِ إِلَى قَوْلِهِ (إِلَيْهِ الْمَصِيرُ) لَمْ يَرَ شَيْئاً يَكْرَهُهُ حَتَّى يُمْسِىَ ، وَمَنْ قَرَأَهَا حِينَ يُمْسِى لَمْ يَرَ شَيْئاً يَكْرَهُهُ حَتَّى يُصْبِحَ (رواه الدرمى ٣٤٤٩)

Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membaca Ayat Kursi dan permulaan surat Ḥa-Mim al-Mu’min (yaitu sampai firman-Nya: ‘Kepada-Nyalah tempat kembali’ [QS. Al-Mu’min: 3]), maka ia tidak akan melihat sesuatu yang ia benci hingga sore hari. Dan barang siapa membacanya di waktu sore, maka ia tidak akan melihat sesuatu yang ia benci hingga pagi hari.(HR. Al-Darimi: 3449)

Hadis ini menunjukkan keutamaan besar membaca Ayat Kursi dan ayat-ayat awal dari surat Al-Mu’min (Ḥa-Mim al-Mu’min) sebagai pelindung harian. Dengan membacanya setelah Subuh, seorang muslim dijaga dari segala hal yang tidak ia sukai hingga sore, dan bila dibaca setelah Maghrib atau di malam hari, ia akan dijaga hingga pagi.