Menyelenggarakan Jenazah


أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ (رواه البخاري ١٣٢٥)

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menghadiri jenazah hingga dishalatkan, maka baginya satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya hingga jenazah itu dikuburkan, maka baginya dua qirath.” Ada yang bertanya, “Apakah dua qirath itu?” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung besar.”(HR. Al-Bukhari: 1325)

Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan menghadiri prosesi jenazah, baik pada saat menshalatkannya maupun mengantarkan hingga pemakamannya. Satu qirath, bahkan dua qirath, diibaratkan sebesar dua gunung besar, menggambarkan besarnya pahala yang Allah siapkan. Ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperhatikan hak-hak sesama Muslim, termasuk mengurus dan menghormati jenazah mereka.