Menjenguk Saudara yang Sakit (3)


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلاَّ عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ (رواه ابوداود ٣١٠٨)

Artinya: Dari Ibnu Abbas Semoga Allah meridhainya, dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Barang siapa menjenguk orang sakit yang belum sampai ajalnya, lalu mengucapkan di sisinya sebanyak tujuh kali: (Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang agung, agar menyembuhkanmu), maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut.”(HR. Abu Daud: 3108)

Hadis ini menunjukkan keutamaan menjenguk orang sakit dan kekuatan doa dalam mendatangkan kesembuhan. Doa yang disebutkan bukan hanya permohonan biasa, tapi disampaikan dengan pengagungan terhadap Allah sebagai Tuhan ‘Arsy yang Agung menandakan betapa besar kuasa-Nya dalam menyembuhkan.