Menjenguk SAudara yang Sakit (2)


عَنْ ثُوَيْرٍ هُوَ ابْنُ أَبِى فَاخِتَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَخَذَ عَلِىٌّ بِيَدِى قَالَ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى الْحَسَنِ نَعُودُهُ. فَوَجَدْنَا عِنْدَهُ أَبَا مُوسَى فَقَالَ عَلِىٌّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَعَائِدًا جِئْتَ يَا أَبَا مُوسَى أَمْ زَائِرًا فَقَالَ لاَ بَلْ عَائِدًا. فَقَالَ عَلِىٌّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِىَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِى الْجَنَّةِ (رواه الترمذى ٩٨٥)

Artinya: Dari Tsuwayri dia adalah anak Abi Fakhitah, dari ayahnya, ia berkata: Ali semoga Allah meridhainya memegang tanganku dan berkata, “Ayo kita pergi menjenguk Al-Hasan.” Maka kami pun mendatanginya dan mendapati Abu Musa di sana. Ali berkata, “Apakah engkau datang untuk menjenguk, wahai Abu Musa, atau hanya berkunjung? Abu Musa menjawab, “Tidak, aku datang untuk menjenguk.”Ali berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesama muslim di pagi hari, melainkan tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga sore. Dan jika ia menjenguknya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya hingga pagi, dan baginya kebun (buah hasil) di surga.(HR. Al-Tirmidzi: 985)

Hadis ini mengajarkan keutamaan besar dari amal menjenguk orang sakit, yaitu mendapatkan doa dari tujuh puluh ribu malaikat dan ganjaran berupa kebun di surga. Ini menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit bukan sekadar adab sosial, melainkan ibadah besar yang mendatangkan rahmat Allah dan kasih sayang para malaikat.