Menolong Saudara (1)


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ (رواه مسلم ٧٠٢٨)

Artinya:Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa yang meringankan satu kesusahan seorang mukmin dari berbagai kesusahan dunia, maka Allah akan meringankan darinya satu kesusahan dari berbagai kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang sedang dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkan baginya (urusan) di dunia dan di akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib) dirinya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), membaca Kitab Allah dan saling mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya. Dan barangsiapa yang amal perbuatannya memperlambatkan (kedudukannya), maka nasabnya tidak akan mempercepatkannya.”(HR. Muslim: 7028)

Hadis ini mengajarkan pentingnya saling membantu, menolong, dan menutupi aib sesama Muslim, karena perbuatan tersebut mendatangkan pertolongan dan perlindungan Allah di dunia dan akhirat. Ia juga menegaskan keutamaan menuntut ilmu agama sebagai jalan menuju surga, serta menunjukkan keutamaan berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Akhir hadis ini mengingatkan bahwa kemuliaan seorang hamba di sisi Allah ditentukan oleh amal perbuatannya, bukan oleh keturunan atau nasabnya.