Menyingkirkan Bahaya Dijalan (2)


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللَّهِ لأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لاَ يُؤْذِيهِمْ. فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ (رواه مسلم ٦٨٣٦)

Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Seorang laki-laki melewati sebuah ranting pohon yang tergeletak di tengah jalan. Ia berkata, Demi Allah, aku akan menyingkirkan ranting ini dari jalan kaum Muslimin agar tidak membahayakan mereka. Maka Allah memasukkannya ke dalam surga.”(HR. Muslim: 6836)

Hadis ini mengajarkan bahwa perbuatan kecil yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah, seperti menyingkirkan gangguan dari jalan, memiliki nilai besar di sisi-Nya hingga dapat menjadi sebab seseorang masuk surga. Islam sangat memperhatikan kepedulian sosial dan keselamatan umum, sehingga menghilangkan bahaya dari jalan dianggap sebagai wujud iman dan amal shaleh.