1.Doa diampuni dosa sebelum dan sesudah


أبيهِ عَنْ مُوسَى أَبِي ابْن عَنْ إِسْحَاقَ أبي عن شُعْبَةُ حَدَّثَنَا صَبَاح بن الْمَلِكِ عَبْدُ حَدَّثَنَا بَشَارِ بَنْ مُحَمَّدُ حَدَّثَنَا أمري في وإسرافي وجهلي خطيئتي لي اغفِر رب الدعاء بهذا يَدْعُو كَانَ أَنَّهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللَّهُ صَلَّى النَّبِيِّ عَنِ لي اغْفِرَ اللهُم عِنْدِي ذلك وَكُلَّ وَهَزْلِي وَجَهْلِي وَعَمْدِي خطاياي لي اغْفِرُ اللهم مني بِهِ أَعْلَمُ أَنْتَ وَمَا كُلِّهِ عبيد وَقَالَ قَدِيرٌ شَيْءٍ كُل على وأنت المؤخر وأنت المقدم أنت أعلنت وما أسررت ومَا أُخْرَتْ وَمَا قَدَّمَتْ مَا صلى النبي عن أبيه عن موسى أبي بن بردة أبي عن إسحاق أبي عن شعبة حدثنا أَبِي وَحَدَّثَنَا مُعَادٍ بْنَ اللَّهِ بنحوهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللهُ

5919. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Shabah telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Ibnu Abu Musa dari Ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau biasa berdo’a dengan do’a sebagai berikut; “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan, dan perbuatanku yang terlalu berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kemalasanku, kesengajaanku, kebodohanku, gelak tawaku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosa yang mendatang.dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan dan dosa yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah yang mengajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan, serta Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” “Ubaidullah bin Mu’adz mengatakan; telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Abu Burdah bin Abu Musa dari Ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas.