Menjauhi dari Sikap Berlebih-lebihan


Teks Hadist

Layanan Pelanggan yang Dapat Diatur dengan Baik Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ لَا يَأْكُلُ حَتَّى يُؤْتَى بِمِسْكِينٍ يَأْكُلُ مَعَهُ فَأَدْخَلْتُ رَجُلًا يَأْكُلُ مَعَهُ فَأَكَلَ كَثِيرًا فَقَالَ يَا نَافِعُ لَا تُدْخِلْ هَذَا عَلَيَّ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعَى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءِ

 

Terjemahan:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad, Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Waqid bin Muhammad dari Nafi’ ia berkata: Biasanya Ibnu Umar tidak makan hingga datangnya seorang lalu miskin makan bersamanya. Maka aku pun
memasukkan seorang laki-laki untuk makan bersama, lalu laki-laki itu makan banyak, maka ia pun berkata, “Wahai Nafi’, jangan kamu masukkan orang ini. sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Seorang mukmin itu makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.

 

Penjelasan:

Hadis ini mengajarkan pentingnya menghindari sikap berlebihan-lebihan, khususnya dalam hal makan. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai sahabat yang selalu berbagi makanan dengan orang miskin. Namun, ia memberikan pelajaran ketika mendapati seseorang makan secara berlebihan di hadapannya, mengingatkan Nafi’ agar tidak membawa orang seperti itu lagi. Ibnu Umar menyebutkan sabda Nabi saw bahwa seorang mukmin makan untuk memenuhi satu perut saja, sedangkan orang kafir makan seolah-olah untuk tujuh perut. Hal ini menunjukkan bahwa seorang mukmin dianjurkan untuk hidup sederhana, tidak rakus, dan mensyukuri nikmat yang Allah berikan dengan tidak melebihi batas kebutuhan. Sikap ini mencerminkan kesederhanaan dan ketenangan hati yang menjadi ciri seorang mukmin sejati.