Makan dengan 3 Jari


Teks Hadist

حَدَّثَنَا اللَّهِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ عَبْدِ سَعْدٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ كَعْبِ بْنِ Telepon Seluler dan Telepon Seluler كَعْبٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ فَإِذَا فَرَغَ لَعِقَهَا

 

Terjemahan:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin umair, Telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Abdurrahman bin Sa’d bahwa Abdurrahman bin Ka’b bin Malik atau Abdullah bin Ka’ab, Telah mengabarkan kepadanya dari Bapaknya yaitu Ka’b, dia telah menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah Saw makan dengan tiga jari. Apabila telah selesai makan, beliau menjilatinya.

 

Penjelasan:

Hadis ini menceritakan kebiasaan Rasulullah saw dalam makan, yaitu menggunakan tiga jari (biasanya ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Setelah selesai makan, beliau menjilati jari-jarinya tersebut. Kebiasaan ini menunjukkan sikap hormat, hormat terhadap nikmat Allah, dan menjaga agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Selain itu, tindakan ini juga mengajarkan umat Islam untuk mengucapkan penuh rasa syukur atas rezeki yang diterima dan menghindari sikap mubazir. Dari sisi kesehatan, makan dengan tangan secara langsung dapat membantu meningkatkan kesadaran akan jumlah makanan yang diambil, serta mempererat hubungan antara makanan dan rasa syukur.