Teks Hadist
حَدَّثَنَا أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
Terjemahan:
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, Telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari al-A’masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah ia berkata: Nabi Saw tidak pernah mencela makanan sekali pun. Bila beliau berselera, maka beliau berangkat dan bila tak suka, maka beliau meninggalkannya.
Penjelasan:
Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan yang disajikan kepada beliau. Jika makanan tersebut disukai, beliau akan memakannya dengan penuh rasa syukur. Namun, jika beliau tidak menyukainya, beliau hanya akan meninggalkannya tanpa mengomentari atau mencelanya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, penting untuk menghargai apa yang diberikan dan tidak mencela nikmat yang ada, karena setiap makanan adalah rezeki dari Allah. Tindakan ini juga mengajarkan adab dalam bermuamalah dengan makanan dan menghindari sifat tercela seperti mengeluh atau meremehkan makanan.