عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ:
إِنِّي أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَهِيَ لَا تَلِدُ، أَفَأَتَزَوَّجُهَا؟
قَالَ:
«لَا»،
ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ، ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ:
«تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ».
Terjemahan:
Dari Ma‘qil bin Yasār ra berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata:
“Aku menemukan seorang wanita yang cantik dan memiliki kedudukan, tetapi ia tidak bisa melahirkan, apakah aku boleh menikahinya?”
Beliau menjawab:
“Jangan.”
Laki-laki itu datang lagi untuk kedua kalinya, beliau melarang. Datang lagi yang ketiga kali, beliau bersabda:
“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat.”
Takhrij:
HR. Abū Dāwūd, Sunan Abī Dāwūd (no. 2050); an-Nasā’ī (no. 3227); Aḥmad (5/347). Sanad hasan