Anjuran Menikah bagi yang Mampu


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:

قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ، فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ».

 

Terjemahan:

Dari Abdullah bin Mas‘ud ra, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian mampu menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu dapat menjadi tameng baginya.”

 

Takhrij:

HR. al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitāb an-Nikāḥ, Bāb Man Lam Yastaṭi‘ al-Bā’ah fal-Yaṣum (no. 5066); Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb an-Nikāḥ (no. 1400).