Teks Hadis
Sanad dan Matan
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ
Terjemahan Indonesia
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
“Cukuplah seseorang dianggap melakukan keburukan apabila ia merendahkan atau menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”
Perawi Hadis
Sahabat Perawi: Abu Hurairah
Mukharrij:
- Imam Muslim
Sumber:
- Shahih Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab.
Penjelasan
Hadis ini mengajarkan bahwa menghina, meremehkan, atau memandang rendah orang lain merupakan perbuatan yang tercela dalam Islam. Rasulullah ﷺ bahkan menyebut bahwa perbuatan tersebut sudah cukup untuk menunjukkan adanya keburukan dalam diri seseorang. Hal ini karena sikap merendahkan orang lain sering muncul dari kesombongan dan merasa diri lebih baik daripada orang lain.¹
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan menghina tidak hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan, isyarat, atau sikap yang menunjukkan peremehan terhadap orang lain. Seseorang tidak boleh merendahkan orang lain karena keadaan ekonomi, penampilan fisik, kemampuan belajar, suku, maupun latar belakang keluarganya. Nilai seseorang di sisi Allah tidak ditentukan oleh hal-hal tersebut, melainkan oleh ketakwaan dan amal salehnya.²
Bagi siswa sekolah dasar, hadis ini sangat penting karena lingkungan sekolah sering menjadi tempat munculnya ejekan atau perundungan (bullying). Islam mengajarkan agar setiap anak menghormati temannya, menghargai perbedaan yang ada, dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan candaan. Dengan saling menghormati, suasana belajar akan menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa.³
Contoh Penerapan di Sekolah
- Tidak mengejek teman karena nilai pelajarannya.
- Tidak memberikan julukan yang buruk kepada teman.
- Menghargai teman yang memiliki kemampuan berbeda.
- Membela teman yang menjadi korban perundungan.
Contoh Penerapan di Rumah
- Tidak mengejek saudara karena kesalahannya.
- Menghormati anggota keluarga yang lebih tua maupun lebih muda.
- Tidak membanding-bandingkan orang lain dengan maksud merendahkan.
- Menggunakan kata-kata yang sopan saat berbicara dengan keluarga.
Footnote
¹ Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab Tahrim Zhulm al-Muslim wa Khidzlanihi wa Ihtiqarihi.
² Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi, penjelasan hadis tentang larangan meremehkan sesama muslim dan bahaya kesombongan.
³ Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, karya Ibnu Rajab al-Hanbali, pembahasan mengenai hak-hak sesama muslim dan pentingnya menjaga kehormatan orang lain.