Teks Hadis
Sanad dan Matan
حَدَّثَنَا أَبُو شُرَيْحٍ الْعَدَوِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
وفي رواية:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Terjemahan Indonesia
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
Dalam riwayat yang lebih lengkap disebutkan:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
Perawi Hadis
Sahabat Perawi: Abu Hurairah
Mukharrij:
- Imam al-Bukhari
- Imam Muslim
Sumber:
- Shahih al-Bukhari, Kitab al-Adab.
- Shahih Muslim, Kitab al-Iman.
Penjelasan
Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga lisan. Rasulullah ﷺ menghubungkan kebiasaan berkata baik dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir. Hal ini menunjukkan bahwa ucapan seseorang bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga mencerminkan kualitas iman yang ada dalam dirinya. Seorang muslim dianjurkan untuk berbicara dengan sopan, jujur, dan bermanfaat bagi orang lain.¹
Para ulama menjelaskan bahwa perkataan yang baik mencakup segala ucapan yang membawa manfaat, seperti memberi nasihat, mengajarkan ilmu, menghibur orang yang sedih, mengucapkan salam, dan berbicara dengan sopan. Sebaliknya, ucapan yang mengandung kebohongan, hinaan, fitnah, atau perkataan yang menyakiti perasaan orang lain termasuk perbuatan yang harus dihindari. Jika seseorang tidak memiliki sesuatu yang baik untuk diucapkan, maka diam lebih baik daripada mengucapkan hal yang merugikan.²
Bagi siswa sekolah dasar, hadis ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pertengkaran terjadi karena ucapan yang tidak dipikirkan terlebih dahulu. Dengan membiasakan berkata baik, menghargai teman, dan menghindari ejekan, suasana belajar akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Menjaga lisan juga membantu seseorang memperoleh banyak teman dan mendapatkan kepercayaan dari guru maupun keluarga.³
Contoh Penerapan di Sekolah
- Menggunakan kata-kata yang sopan kepada guru dan teman.
- Tidak mengejek teman karena penampilan atau kemampuannya.
- Memberikan semangat kepada teman yang sedang sedih.
- Menghindari menyebarkan gosip atau kabar yang belum jelas kebenarannya.
Contoh Penerapan di Rumah
- Berbicara sopan kepada orang tua dan saudara.
- Tidak membentak ketika sedang marah.
- Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan.
- Menjaga perkataan saat bercanda agar tidak menyakiti perasaan anggota keluarga.
Footnote
¹ Fath al-Bari, karya Ibnu Hajar al-Asqalani, Juz 10, Kitab al-Adab, pembahasan hadis “Falyaqul Khairan Aw Liyashmut”.
² Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi, Kitab al-Iman, Bab Memuliakan Tetangga, Tamu, dan Menjaga Ucapan.
³ Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, karya Ibnu Rajab al-Hanbali, penjelasan tentang penjagaan lisan sebagai bagian dari kesempurnaan akhlak seorang muslim.