Teks Hadis
Sanad dan Matan
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،
عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا.
Terjemahan Indonesia
Dari Anas bin Malik r.a., dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang memakan suatu makanan lalu ia memuji-Nya atas makanan tersebut, atau meminum suatu minuman lalu ia memuji-Nya atas minuman tersebut.”
Perawi Hadis
Sahabat Perawi: Anas bin Malik
Mukharrij:
- Imam Muslim
Sumber:
- Shahih Muslim, Kitab adz-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar.
Penjelasan
Hadis ini mengajarkan bahwa rasa syukur merupakan akhlak yang sangat dicintai oleh Allah. Syukur tidak hanya dilakukan ketika memperoleh nikmat yang besar, seperti kesehatan atau keberhasilan, tetapi juga pada nikmat-nikmat kecil yang sering dianggap biasa. Bahkan setelah makan dan minum, seorang muslim dianjurkan memuji Allah sebagai bentuk pengakuan bahwa semua nikmat berasal dari-Nya.¹
Para ulama menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga bentuk. Pertama, bersyukur dengan hati, yaitu menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah. Kedua, bersyukur dengan lisan, yaitu mengucapkan pujian kepada Allah seperti “Alhamdulillah”. Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Dengan demikian, syukur bukan hanya ucapan, tetapi juga sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.²
Bagi siswa sekolah dasar, bersyukur dapat dilakukan dengan menghargai berbagai nikmat yang dimiliki, seperti kesehatan, keluarga, kesempatan belajar, makanan yang cukup, dan teman-teman yang baik. Anak yang terbiasa bersyukur akan lebih mudah merasa bahagia dan tidak mudah iri terhadap orang lain. Ia juga akan lebih menghargai bantuan dan kebaikan yang diberikan oleh orang tua, guru, maupun teman-temannya.³
Contoh Penerapan di Sekolah
- Mengucapkan “Alhamdulillah” setelah memperoleh nilai yang baik.
- Menjaga buku dan perlengkapan sekolah sebagai bentuk syukur atas fasilitas belajar yang dimiliki.
- Menggunakan waktu belajar dengan sungguh-sungguh.
- Tidak mengeluh terus-menerus terhadap fasilitas sekolah yang sederhana.
Contoh Penerapan di Rumah
- Mengucapkan “Alhamdulillah” setelah makan dan minum.
- Bersyukur memiliki keluarga yang merawat dan menyayangi.
- Menjaga barang-barang yang dimiliki agar tidak cepat rusak.
- Menggunakan kesehatan dan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.
Footnote
¹ Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi, Kitab adz-Dzikr wa ad-Du’a, pembahasan hadis tentang keutamaan memuji Allah setelah makan dan minum.
² Fath al-Bari, karya Ibnu Hajar al-Asqalani, pembahasan mengenai hakikat syukur dan bentuk-bentuknya dalam kehidupan seorang muslim.
³ Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, karya Ibnu Rajab al-Hanbali, penjelasan tentang syukur sebagai salah satu maqam penting dalam pendidikan akhlak Islam.