Teks Hadis
Sanad dan Matan
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ،
قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
Terjemahan Indonesia
Dari Umar bin Khattab r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan tujuan hijrah yang ia niatkan.”
Perawi Hadis
Sahabat Perawi: Umar bin Khattab
Mukharrij: Imam al-Bukhari dan Imam Muslim
Sumber:
- Shahih al-Bukhari, Kitab Bad’ al-Wahy, Hadis No. 1.
- Shahih Muslim, Kitab al-Imarah.
Penjelasan
Hadis ini merupakan salah satu hadis yang paling penting dalam Islam. Banyak ulama menyebutnya sebagai pondasi seluruh amal perbuatan karena setiap amal dinilai bukan hanya dari bentuk lahiriahnya, tetapi juga dari tujuan yang ada di dalam hati seseorang. Seseorang bisa melakukan perbuatan yang sama dengan orang lain, namun nilai di sisi Allah berbeda karena niat yang berbeda.¹
Niat berfungsi membedakan antara ibadah dan kebiasaan biasa. Misalnya, seorang siswa belajar karena ingin mendapat nilai tinggi saja, sementara siswa lain belajar agar dapat menggunakan ilmunya untuk membantu orang lain dan memperoleh ridha Allah. Secara lahiriah keduanya sama-sama belajar, tetapi tujuan yang melatarbelakangi perbuatan tersebut berbeda sehingga nilai pahalanya juga berbeda. Para ulama menjelaskan bahwa keikhlasan merupakan syarat diterimanya amal di sisi Allah.²
Bagi pelajar, hadis ini mengajarkan pentingnya meluruskan niat sebelum melakukan kegiatan sehari-hari. Belajar, membantu teman, mengikuti upacara sekolah, menjaga kebersihan kelas, bahkan mengerjakan tugas rumah dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya selalu memperbaiki niatnya agar setiap aktivitas yang dilakukan membawa manfaat dan bernilai pahala.³
Contoh Penerapan di Sekolah
- Belajar dengan niat mencari ilmu yang bermanfaat.
- Mengerjakan tugas tanpa mencontek.
- Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran.
- Menjaga kebersihan kelas karena ingin melaksanakan ajaran Islam.
Contoh Penerapan di Rumah
- Membantu orang tua tanpa mengharapkan hadiah.
- Merapikan kamar dengan niat menjaga kebersihan.
- Mengaji setiap hari karena ingin mendekatkan diri kepada Allah.
- Menolong saudara dengan ikhlas.
Footnote
¹ Fath al-Bari, karya Ibnu Hajar al-Asqalani, Juz 1, pembahasan Hadis “Innamal A’malu bin Niyyat”.
² Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi, Kitab al-Imarah, Bab Niat.
³ Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, karya Ibnu Rajab al-Hanbali, penjelasan Hadis Pertama Arbain Nawawiyah.